Mulai tanggal 1 November 2016 setiap pasien BPJS harus membawa Surat Rujukan Online dari Puskesmas atau PPK 1. Bawalah selalu surat rujukan dari Puskesmas atau PPK 1 pada saat anda berobat ke poliklinik (untuk pasien BPJS).

wasirApa itu Buang Air Besar Berdarah?

Buang air besar berdarah merupakan suatu gejala yang mengganggu dan menakutkan. Walaupun dapat menjadi pertanda akan adanya gangguan kesehatan yang serius, buang air besar berdarah juga dapat disebabkan oleh hal yang sederhana. Karena banyaknya hal yang dapat mengakibatkan gejala ini, pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter sehingga dokter dapat langsung melakukan uji kesehatan yang dibutuhkan untuk membuat diagnosis yang akurat.

 

Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Buang air besar berdarah dapat disebabkan oleh banyak hal. Darah dalam feses Anda adalah pertanda terjadinypendarahan di saluran pencernaan. Beberapa contoh penyebab buang air besar berdarah adalah:

  • Kolitis – Kolitis adalah infeksi atau peradangan saluran pencernaan, yang juga dikenal sebagai peradangan usus besar.

  • Penyakit divertikular – Penyakit ini akan menjangkiti divertikula, yang merupakan kantong kecil yang ada di dinding usus. Buang air besar berdarah dapat terjadi ketika divertikula mengalami pendarahan atau terkena infeksi.

  • Ulkus peptikum – Ulkus peptikum, yang sering ditandai dengan luka terbuka di lapisan perut atau bagian ujung atas usus kecil, juga dapat menyebabkan pendarahan. Penyebab ulkus peptikum yang umum adalah mengonsumsi obat anti radang, misalnya ibuprofen dan aspirin, dalam jangka panjang atau secara berlebihan.

  • Infeksi bakteri – Infeksi bakteri dapat menyebabkan berbagai jenis peradangan di dalam saluran pencernaan. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi saluran pencernaan adalah helicobacter pylori.

  • Robekan pada kerongkongan – Kerongkongan yang robek dapat menyebabkan keluarnya darah, yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh saat buang air besar.

  • Polip – Polip adalah pertumbuhan tidak normal yang jinak di saluran pencernaan yang dapat mengeluarkan darah dan menyebabkan buang air besar berdarah.

  • Kanker – Tumor ganas di saluran pencernaan atau usus besar juga dapat menyebabkan pendarahan. Kanker lebih susah didiagnosis karena biasanya darah yang ditemukan pada feses sangatlah sedikit dan susah dilihat dengan mata telanjang.

Gejala Utama Buang Air Besar Berdarah

Pada banyak kasus, buang air besar berdarah dapat dideteksi ketika ditemukan darah di toilet setelah buang air besar atau ada darah pada tisu yang digunakan untuk membersihkan pantat setelah buang air besar. Darah yang ditemukan biasanya berwarna merah terang, namun darah juga dapat berwarna hitam dan lengket, yang merupakan pertanda bahwa pendarahan hanya terjadi di bagian atas saluran pencernaan. Namun, ada juga kasus di mana darah yang keluar sangatlah sedikit sehingga susah dideteksi atau didiagnosis. Untuk mendeteksi keberadaan darah, dapat dilakukan tes feses darah (fetal occult blood test); tes ini dapat menemukan darah yang tersembunyi pada feses.

Untuk membantu diagnosis, sebaiknya dilakukan observasi jenis darah yang ditemukan dan memberikan semua rincian tentang pendarahan pada dokter. Hal ini dapat membantu dokter mengeliminasi kemungkinan bagian tubuh yang mengalami pendarahan dan mengurangi jumlah penyebab pendarahan. Jenis, warna, dan jumlah darah yang ditemukan pada tinja dapat memberikan banyak petunjuk tentang penyebab pendarahan.

  • Buang air besar yang hitam dan lengket – Kondisi ini sering dikaitkan dengan ulkus atau gangguan kesehatan lainnya pada saluran pencernaan atas.

  • Darah yang berwarna merah cerah – Kondisi ini disebabkan oleh pendarahan di saluran pencernaan bawah.

  • Darah yang berwarna merah tua – Kondisi ini dapat disebabkan oleh divertikulitis.

Terkadang, buang air besar berdarah juga disertai dengan gejala lainnya, misalnya:

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Pingsan
  • Diare
  • Lemas
  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

Ketika menangani buang air besar berdarah, dokter sering meminta pasien untuk menjalani tes tertentu untuk mengidentifikasi penyebab pendarahan di saluran pencernaan. Tes ini antara lain adalah:

  • Nasogastric lavage (bilas lambung melalui hidung) – Tes ini sangatlah efektif untuk mengetahui darimana darah berasal. Untuk melakukan tes ini, dokter akan memasukkan tabung ke dalam perut melalui hidung untuk mengeluarkan isi perut. Hasilnya akan menunjukkan keberadaan darah apabila terjadi pendarahan.

  • EGD atau esofagogastroduodenoskopi – EGD adalah tes di mana tabung lentur bernama endoskop akan dimasukkan melalui mulut dan didorong ke perut, sampai akhirnya masuk ke usus dua belas jari. Endoskop dilengkapi dengan kamera kecil, sehingga endoskop dapat mengambil gambar dari bagian dalam perut. Gambar yang akan dikirim ke sebuah layar tersebut dapat membantu dokter memeriksa bagian dalam perut dan usus dua belas jari untuk mencari penyebab pendarahan. Tindakan ini juga dilakukan untuk mengambil sampel kecil dari jaringan perut untuk diperiksa menggunakan mikroskop; tindakan ini dinamakan biopsi.

  • Enteroskopi - Tindakan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi usus kecil. Pada enteroskopi, biasanya pasien akan menelan kapsul yang berisi kamera kecil. Kemudian, saat kapsul melewati saluran pencernaan, kamera tersebut akan mengambil gambar yang akan dikirimkan ke layar.

  • Kolonoskopi – Kolonoskopi adalah tindakan diagnosis yang bertujuan untuk memeriksa bagian dalam usus besar. Seperti EGD, kolonoskopi juga menggunakan endoskop, namun endoskop dimasukkan melalui rektum dan didorong sampai ke usus besar. Kolonoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan usus besar untuk diperiksa lebih lanjut.

  • Scan radionuclide – Tindakan ini bertujuan untuk memeriksa peredaran darah di saluran pencernaan untuk mendeteksi kemungkinan lokasi bagian tubuh yang mengalami pendarahan. Tindakan ini dilakukan dengan menyuntikkan radionuclide buatan ke pembuluh darah dan memindai pasien untuk mengawasi pergerakan radionuclide saat melewati saluran pencernaan.

  • Sinar-X barium – Pemindaian sinar-X barium dilakukan dengan menyuntikkan barium ke dalam tubuh pasien sebagai zat pembanding. Setelah itu, alat pemindai sinar-X dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengikuti pergerakan barium saat mengalir di dalam tubuh. Barium biasanya dimasukkan melalui rektum, namun juga bisa ditelan.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apabila seseorang menemukan darah di dalam tinjanya, sebaiknya ia segera menemui dokter keluarga, penyedia layanan kesehatan utamanya, dokter umum, atau dokter spesialis penyakit dalam. Orang pertama yang harus ditemui adalah dokter umum karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan buang air besar berdarah.

Apabila pasien mengalami pendarahan yang akut, tujuan utama pengobatan adalah untuk mengurangi pendarahan, yang dapat dilakukan dengan menyuntikkan zat kimia tertentu pada bagian tubuh yang mengalami pendarahan. Zat kimia tersebut dapat dimasukkan melalui endoskopi atau angiografi.

Setelah pendarahan dihentikan, dokter akan berusaha mencegah agar pendarahan tidak terjadi kembali. Pada langkah ini, dokter akan menentukan pilihan pengobatan yang terbaik berdasarkan pada penyebab pendarahan. Pengobatan yang sering digunakan adalah”

  • Obat antibiotik
  • Pengurangan asam lambung
  • Obat anti peradangan
  • Operasi

Buang air besar berdarah biasanya tidak membutuhkan operasi namun operasi harus dilakukan apabila pendarahan disebabkan oleh polip atau kanker. 

Rujukan:

  • Blanke CD, Faigel DO. Neoplasms of the small and large intestine. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman’s Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 199.

  • Bresalier RS. Colorectal cancer. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 123.

Social Media

Joomla templates by Joomlashine