Mulai tanggal 1 November 2016 setiap pasien BPJS harus membawa Surat Rujukan Online dari Puskesmas atau PPK 1. Bawalah selalu surat rujukan dari Puskesmas atau PPK 1 pada saat anda berobat ke poliklinik (untuk pasien BPJS).

Seriousness of Head Injuries Sometimes OverlookedApa itu Gegar Otak?

Gegar otak adalah bentuk ringan dari cedera otak traumatis yang mengakibatkan fungsi otak tidak normal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kepala terbentur, terpukul, atau jika tubuh bagian atas terguncang keras. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kehilangan kesadaran, dan masalah ingatan, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi. Merupakan hal yang umum jika gegar otak muncul tanpa diketahui, karena pada sebagian kasus, gejalanya tidak terlihat sampai beberapa hari setelah kecelakaan terjadi. Namun, gegar otak merupakan cedera ringan dan hanya membutuhkan waktu sebentar hingga penderitanya pulih dari gegar otak.

 

Gegar otak adalah cedera yang umum terjadi dalam olahraga, terutama olahraga yang membutuhkan kontak fisik seperti sepak bola Amerika, hoki, sepak bola, rugby, dan tinju. Melakukan olahraga berisiko dapat meningkatkan risiko gegar otak. Terlibat dalam tabrakan kendaraan bermotor, pertengkaran fisik, disiksa secara fisik, terjatuh, dan kecelakaan lainnya merupakan beberapa aktivitas yang umumnya dapat membuat kepala terbentur.

Gegar otak membuat cedera pada kepala. Benturan pada kepala merupakan hal yang biasa terjadi, namun mungkin ada saat ketika benturan pada kepala dapat menyebabkan kerusakan serius pada otak. Benturan dapat menyebabkan gegar otak, yang menyebabkan perubahan sementara dalam cara otak berfungsi. Gejala seperti sakit kepala, pusing, kehilangan kesadaran, kehilangan ingatan, dan masalah konsentrasi merupakan hal yang mungkin dirasakan akibat cedera otak.

Otak merupakan organ lunak yang memiliki tingkat kepadatan yang sama seperti gelatin. Otak dilindungi oleh cairan serebrospinal yang mengelilinginya dalam tengkorak. Namun, pukulan keras dan tiba-tiba pada kepala dan leher dapat melukai otak meskipun terdapat perlindungan yang kuat. Otak dapat mengguncang bagian dinding dalam tengkorak dan mencederai otak, yang dapat mempengaruhi cara kerja otak. Inilah yang terjadi saat seseorang gegar otak.

Gejala Umum Gegar Otak

Gegar otak mengubah cara kerja otak, sehingga tidak bekerja dengan normal untuk sementara waktu. Kondisi ini menyebabkan gejala yang berhubungan dengan cara kerja otak, fungsi sensorik, serta fungsi organ yang berhubungan dengan sistem saraf. Mungkin butuh beberapa waktu hingga gejala muncul, dan beberapa kondisinya membutuhkan beberapa minggu setelah kecelakaan terjadi sebelum penderitanya merasakan hal yang berbeda. Gejala gegar otak yang paling umum meliputi:

  • Sakit kepala
  • Hilangnya kesadaran
  • Merasa kebingungan
  • Hilang ingatan
  • Pusing
  • Mual
  • Telinga berdengung
  • Muntah
  • Gagap saat berbicara
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Kehilangan konsentrasi
  • Cepat marah dan perubahan kepribadian
  • Peka terhadap cahaya dan suara
  • Gangguan tidur
  • Depresi
  • Gangguan alat perasa dan pencium
  • Siapa yang Harus Dikunjungi dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Gejala gegar otak bersifat ringan dan hanya mungkin terlihat setelah beberapa saat. Penting bagi orang yang kepalanya terbentur untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter keluarganya dan melakukan pemeriksaan setelah gejala mulai terlihat. Mula-mula dokter akan menanyakan tanda dan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan saraf yang melibatkan beberapa bagian tubuh. Evaluasi dokter pada pasien meliputi:

  • Pendengaran
  • Pengelihatan
  • Keseimbangan
  • Reflek
  • Koordinasi
  • Kekuatan

Tes kognitif juga merupakan bagian dari pemeriksaan saraf. Gegar otak mungkin memiliki gejala yang berkaitan dengan beberapa fungsi kognitif seperti ingatan dan konsentrasi, sehingga dokter juga akan mengevaluasi kemampuan pasien yang berkaitan dengan fungsi kognitif. Evaluasi kognitif biasanya dilakukan dalam menilai:

  • Konsentrasi
  • Daya ingat
  • Memanggil kembali ingatan

Bagi penderita dengan gejala yang lebih serius meliputi kejang, muntah, dan sakit kepala ekstrim, dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan pencitraan otak, yang dapat membantu mengukur tingkat keparahan cedera dan menentukan apakah kondisi tersebut menyebabkan pendarahan di dalam kepala. Terdapat jenis pemindaian pencitraan otak yang dapat dilakukan. Tindakan yang paling umum adalah pemindaian CT atau tomografi komputer kranial, yang dianggap sebagai pemindaian otak standar yang mengambil gambar penampang otak dengan menggunakan teknologi sinar-X. Pilihan lainnya adalah MRI atau magnetic resonance imaging, yang menggunakan medan magnet dan tekanan gelombang radio untuk mengambil gambar organ dalam tubuh. Jenis pencitraan otak ini sangat berguna untuk mengamati apakah terjadi pendarahan di dalam kepala. Jenis pemindaian ini juga digunakan setelah gegar otak untuk memeriksa komplikasi lebih lanjut.

Pasien dengan gegar otak mungkin perlu tinggal di rumah sakit dalam semalam sehingga gejalanya dapat terus dipantau. Namun, jika dokter memberikan izin pada pasien untuk meninggalkan rumah sakit, sebaiknya pasien tetap dipantau di rumahnya sendiri setidaknya lebih dari 24 jam.

Cara terbaik untuk pulih dari gegar otak adalah dengan banyak melakukan istirahat fisik dan mental. Sebaiknya pasien menghindari kegiatan yang memerlukan tenaga fisik. Beristirahat dari kegiatan fisik harus terus dilakukan sampai gejala berhenti muncul. Selain menghindari kegiatan fisik, pasien juga harus menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi mental seperti membaca, menonton televise, bermain video game, menggunakan komputer atau ponsel, dan melakukan tugas sekolah atau kerja.

Orang yang terkena gegar otak memiliki risiko lebih besar menderita gegar otak lainnya dan terkena cedera otak serius yang mungkin bertahan lama. Maka itu, penting untuk lebih berhati-hati setelah gegar otak. Penderita yang melakukan aktivitas fisik yang berat secara rutin atau bagian dari pekerjaannya harus mendapatkan izin dari dokter sebelum melakukan kembali aktivitasnya. Meskipun umumnya aman untuk melakukan aktivitas normal, sebaiknya pasien tetap menunggu hingga seluruh gejala hilang.

Tujuan dari pengobatan setelah gegar otak adalah untuk meringankan gejala dan membuat pasien tetap nyaman dan aman sambil menunggu gejala hilang dan otak pulih. Pasien yang mengalami sakit kepala sebagai gejalanya dapat meringankannya dengan menggunakan obat. Namun, pasien disarankan untuk mengkonsumsi asetaminofen, sedangkan ibuprofen, dan aspirin harus dihindari karena dapat memicu atau memperburuk pendarahan pada otak. Komplikasi lain seperti pendarahan akan ditangani secara individual. 

Rujukan:

  • Heegaard WG, Biros MH, Head injury. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2013:chap 41.
  • Kerr HA. Closed head injury. Clin Sports Med. 32;(2013) 273-287.
  • Landry GL. Head and neck injuries. In: Kliegman RM, Stanton BF, St. Geme JW III, et al., eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Saunders; 2011:chap 680.

Social Media

Joomla templates by Joomlashine